April 24, 2024

KOMPASHARIAN.COM

Inspiratif Terdepan dan Lugas

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kota Metro mengikuti Hari Pers Nasional (HPN)

KompasHarian.com | Jakarta — Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kota Metro mengikuti Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) JMSI Ke- 4 Tahun di Discovery Hotels Ancol, pada Senin, (19/02/) malam.

Rombongan pengurus JMSI Kota Metro dipimpin langsung Ketua Richard M, bersama Sekretaris Yanto Putra Lasai dan jajaran pengurus.

Menurut Ketua JMSI Kota Metro Richard M, mengatakan bahwa ada beberapa rangkaian kegiatan yang telah diikuti pengurus JMSI Kota Metro sejak Tanggal 18 – 20 Februari 2024.

“Kami saat ini memperingati HUT JMSI ke -4 diantaranya Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), Penandatangan MoU JMSI- Sibermu, dan turut mensaksikan malam anugerah JMSI Award,” ujar Richard.

“Atas nama JMSI Kota Metro, kami hari ini mendapat ilmu dan energi semangat yang begitu besar, ketika menerima sejumlah wejangan dari Wakil Menteri Kominfo RI dan juga Ketua Dewan Pers, terutama dari Ketua Umum JMSI, Abang Teguh Santosa,” sambung Richard.

Dia menambahkan bahwa, organisasi JMSI semoga kedepan dapat berjaya dan selalu bermanfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan JMSI kedepan semakin jaya. Dan selalu bermanfaat bagi masyarakat, dalam era yang serba digital saat ini,” tutur Richard.

Selain itu juga, jajaran pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kota Metro dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) menjadi momentum penting bagi para insan pers yang tergabung di JMSI.

“Begitu juga kami bersyukur, kami bisa hadir ikut memeriahkan dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) . Sangat bangga rasanya dapat berpartisipasi dalam momentum yang begitu antusias, semangat, bersama para pers dari berbagai daerah yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Richard berharap, momentum di Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan di Jakarta ini dapat memberikan kebebasan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial tanpa intimidasi dan intervensi.

“Semoga kedepan, para pers di Indonesia semakin sejahtera, terhindar dari kriminalisasi maupun intimidasi dalam menjalankan kegiatan jurnalistiknya, dengan berpegang teguh dengan kode etik jurnalistik (KEJ),” tuturnya.