April 24, 2024

KOMPASHARIAN.COM

Inspiratif Terdepan dan Lugas

Warga Metro Menjadi korban Penipuan dan Penggelapan, Pelaku Diduga Sindikat

Kompasharian.com | Metro – Pemuda Warga Kota Metro Di Duga Menjadi Korban Kejahatan Sindikat Modus, Penipuan Dan Penggelapan Di Wilayah Kampung Patmosari Kecamatan Natar Lampung Selatan. Rabu (31/01/24)

Hal tersebut di ungkap langsung oleh pihak korban yang Ber inisial (R) Warga Dusun kantil B Banjarrejo Kecamatan Batang hari Lamtim (komplek Ganesa) pada Hari kejadian, Kamis (25/01/24)

Si korban mengenali pelaku melalui akun Facebook dalam proses perkenalan hampir 1 bulan, memang sering telfon WhatsApp dengan si wanita (E)

 

Menurut informasi langsung dari keterangan si Korban, Pada Saat kejadian Kamis malam, Korban Mengaku Untuk menjemput wanita yang ber inisial (E) yang memang sudah komunikasi lewat WhatsApp, Wanita tersebut meminta tolong untuk bisa dijemput di wilayah Kecamatan Tegineneng.

Sampai nya di lokasi Pinggir lintas, korban bergegas untuk menjumpai wanita yang ternyata pada saat Kamis malam di temani laki laki dengan Standby menunggu di pinggir jalan dengan Menggunakan sepeda motor Merk/type Spacy Warna Merah tanpa menggunakan Nomor Polisi

Hal tersebut sedikit menimbulkan keraguan Terhadap si laki laki warga metro insial (R), dia ragu karena takut bahwa si laki laki tersebut adalah suami ataupun pacar si wanita yang ingin di jemput nya itu yang ber inisial (E) apa lagi pertemuan tersebut baru pertama kali nya

” Sempat ingin putar Haluan saya terus berfikir positif saja, tapi saya di WhatsApp dengan si wanita dengan Bahasa,” Kamu Gausah Takut ini Abang Aku” dan saya pun dengan percaya ikut Membuntuti mereka berdua,” ujar si korban

Sampai tiba di salah satu lapangan sepakbola Patmosari, belum lama si wanita ber ucap untuk meminjam motor, ” aku pinjam motor mu untuk ketemu mba ku di dekat sini dia tukang jahit,aku mau ambil baju, juga sama handphone mu aku pinjam untuk aku tetring,” ungkap si Wanita.

Korban percaya dengan ucapan si wanita sehingga tidak ada fikiran negatif dan langsung memberikan motor berikut handphone nya,karena si laki laki yang sejak awal ber sama wanita itu menunggu dan ngobrol dengan si korban (R).

Hampir lebih kurang nya waktu berlalu sudah 30 menit, si laki laki (A) yang bersama korban (R) berbicara ke pada (R)
“Yuk kita cari dia kok lama gak pulang lagi sudah 30menit lebih biasanya dia memang begini kalau ketemu dengan mba nya,”ujar si laki laki (A) yang di duga pelaku Modus.

Pada saat keliling desa Patmosari sekitar 10-15 menit tidak juga di temukan si wanita (E), bahkan Setelah proses pencarian itu berhenti di salah satu rumah cukup besar dengan cat rumah ber warna coklat,

Si laki laki (A) berhenti di depan rumah besar coklat, kemudian si Korban (R) turun dari motornya, laki laki (A) langsung saja Tanpa meninggal kan bahasa sedikit pun bergegas pergi begitu saja.

Menurut keterangan Warga dusun Patmosari, Mereka segera mengunjungi (R) karena penasaran takut bahwa si korban adalah pelaku, karena sebelumnya sempat terjadi hal yang hampir serupa akan tetapi korban Wanita

Warga langsung membawa (R) ke Polsek terdekat untuk di tindak lanjuti, setelah di tindak lanjuti pihak Polisi Sektor Tegineneng Mengatakan bahwa (R) adalah murni korban Sindikat Modus Penipuan dan Penggelapan.

Untuk perkara tersebut sudah di tangani oleh pihak polisi sektor Natar sesuai daripada wilayah hukum tempat kejadian perkara, korban sudah melakukan laporan secara resmi di dampingi keluarga sesuai dengan bukti laporan NOMOR: LP/B-56/l/2014 polres Lamsel/ sek Natar.

Sudah hampir terhitung 6 hari dari proses laporan sampai proses olah TKP pada Hari Jumat lalu, sampai saat ini untuk perkara tersebut sedang dalam proses Penanganan pihak polisi sektor Natar sesuai tupoksi nya di tangani langsung oleh Team Buruan Sergap( Buser).

kerugian korban 1 unit motor beat tahun 2023 dalam proses angsuran berikut handphone merk Oppo A3s, Dengan total Se nilai (Rp. 28.072.000)

Harapan keluarga ke pada pihak Polsek Natar agar proses penyelidikan dapat segera ter ungkap, sehingga pelaku dengan segera dapat di temukan Agar tidak ada korban lainnya, mari kita belajar dari pengalaman orang lain dan diri kita sendiri, Tutup. (Rls/Junai)