April 24, 2024

KOMPASHARIAN.COM

Inspiratif Terdepan dan Lugas

PEMBANGUNAN 4 TITIK GORONG-GORONG DI DESA SUKACARI LAMPUNG TIMUR DIDUGA MEMILIKI KEJANGGALAN SERTA TERDAPAT KECURANGAN

Kompasharian.com| Lampung Timur – Pembangunan gorong-gorong 4 titik didesa Sukacari Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur yang dikerjakan di dusun 3 dan dusun 2 diduga memiliki kejanggalan atau pun kecurangan anggaran yang oleh oknum perangkat desa Sukacari.

Pada saat ditemui oleh awak media BidikNews, Kepala tukang yakni ‘Lagiman’, menjelaskan secara detail pekerjaan dan pembangunan gorong-gorong tersebut, “untuk pembelian material saya tidak tau menau mas karna pada saat mengerjakan, bahan material itu sudah ada semua jadi saya terima beres di lokasi hanya tinggal mengerjakan saja”, ujarnya (12 November 2023).

Berangkat dari penjelasan Lagiman selaku kepala tukang, Wajar saja pihak media BidikNews menduga adanya indikasi kecurangan anggaran pembangunan gorong-gorong tersebut yang mana papan plang informasi saja tidak ada di lokasi pembangunan gorong-gorong, lalu bagaimana masyarakat awam ingin tau darimana anggaran pembangunan gorong-gorong itu sendiri sebab pada saat pihak media mewawancarai kepala tukang ‘Lagiman’ menjelaskan secara detail semua bahan material. Setelah dikalkulasikan biaya pembelian semua material pembangunan gorong-gorong dengan harga material yang berbeda-beda dan tidak sesuai dengan informasi yang didapatkan.

Sementara ini informasi yang terima dari masyarakat setempat satu titik gorong-gorong menghabiskan kurang lebih Rp.8.000.000; namun saat ditemui kepala tukang lagiman yang mengerjakan dengan 3 rekan nya, pada saat dicoba totalkan semua anggaran belanja material, hanya menghabiskan anggaran kurang lebih Rp.5.000.000; termasuk upah tukang.

Jika di Total kan 4 titik, semua anggaran pembangunan gorong-gorong menghabiskan kurang lebih Rp.32.000.000; bahkan lebih, sedang bahan material termasuk upah tukang borongan satu titik gorong-gorong sebesar Rp.1.200.000; dan belanja semua material satu titik kurang lebih menghabiskan Rp.4.000.000;, wajar saja pihak media mencurigai adanya indikasi korupsi potong kertas oleh oknum perangkat desa yang menjabat sebagai PPK.

Guna melengkapi informasi, awak media BidikNews mengkonfirmasi melalui via WhatsApp dengan PPK terkait pembangunan gorong-gorong tersebut.

“O iya mas saya lagi di luar antar anak ke rumahsakit di Metro, gini aja mas biar enak besok Senen kita ketemu di kantor desa aja kalau hari ini saya belum bisa”. Ucap PPK bernama Marsai. (Rls/Tim).